Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Soal dan Pembahasan UNBK Bahasa Indonesia

UNBK 2020 - Soal-soal UNBK Bahasa Indonesia (Ujian Nasional Berbasis Komputer ) pada pembahasan ini diidentifikasi dari butir soal UNBK yang diindikasikan memiliki daya serap rendah secara nasional. Mungkin saja soal-soal UNBK yang dianggap berdaya serap rendah dibawah ini bukan merupakan soal yang berdaya serap rendah di sekolah Anda. Sebaliknya, soal-soal UNBK yang tidak dianggap berdaya serap rendah secara nasional bisa jadi merupakan soal-soal berdaya serap rendah di sekolah Anda. Soal dan Pembahasan UNBK Bahasa Indonesia.
Soal UNBK Bahasa Indonesia dan Pembahasannya

Hal ini sangat tergantung dari karakteristik peserta didik di sekolah Anda yang tentunya berbeda dengan peserta didik di sekolah-sekolah lain. Soal-soal UNBK berdaya serap rendah dan pembahasannya yang disajikan di bawah ini diharapkan dapat menambah wawasan Anda tentang beberapa alternatif penyelesaian soal-soal UNBK yang dianggap berdaya serap rendah oleh sebagian besar peserta didik. dan Dapat menjadi wawasan bagi Siswa-siswi Dalam Menghadapi UNBK Tahun ini dan Tahun yang Akan datang.

Contoh Soal dan Pembahasan UNBK Bahasa Indonesia Berdasarkan Jenis Soal dan Lengkap Kunci jawaban.

Materi Perbaikan Kalimat Nonrutin
1. Cermati paragraf berikut!
Amat wajar jika masyarakat mendambakan polisi yang memiliki ketegasan dalam menegakkan hukum. Selain tegas dalam menegakkan hukum polisi juga bisa bersinergi dengan masyarakat dalam mencegah kejahatan. Terlebih garis marka antara polisi dan masyarakat dalam mencegah kejahatan sangat tipis. Polisi dan masyarakat adalah dua komunitas yang tidak mungkin dipisahkan karena polisi lahir dari masyarakat. Institusi kepolisian sendiri sangatlah penting artinya bagi sebuah negara sebagai bagian dalam menata masyarakat.
Perbaikan penggunaan tanda baca pada kalimat dalam paragraf tersebut adalah ...
A. Tanah longsor terjadi, bila gaya pendorong pada lereng lebih besar daripada gaya penahan.
B. Gaya penahan umumnya, dipengaruhi oleh kekuatan batuan dan kepadatan tanah.
C. Akan tetapi, gaya pendorong dipengaruhi oleh besarnya sudut kemiringan lereng, air, beban, dan berat jenis tanah batuan.
D. Lemahnya gaya penahan, dan kuatnya gaya pendorong, akan menimbulkan terjadinya tanah longsor.
E. Ancaman tanah longsor biasanya terjadi pada musim penghujan, karena intensitas curah hujan meningkat.

Kunci Jawaban: C
Pembahasan:
Soal ini menguji kemampuan siswa dalam memperbaiki tanda baca dalam kalimat pada paragraf. Meskipun perbaikan tanda baca merupakan materi yang rutin, akan tetapi pada soal ini hanya 46% siswa dapat menjawab benar. Hal ini mungkin dikarenakan perbaikan tanda baca tidak ditentukan dalam teks. Perbaikan tanda baca pada soal ini ditentukan oleh siswa pada opsiopsi jawaban, sedangkan pada soal-soal yang sudah ada sebelumnya, tanda baca yang harus diperbaiki sudah ditentukan pada rumusan soal.

Materi Menulis Terbatas Sederhana
2. Cermati kalimat-kalimat berikut!
(1) Susu harus segera disaring dan dimasukkan ke pendingin supaya dapat bertahan kualitasnya.
(2) Untuk mencegah kerusakan tersebut, pengelola peternakan harus paham cara mengolah susu pascapanen.
(3) Susu merupakan produk utama dari sebuah peternakan.
(4) Susu pascapanen akan cepat mengalami kerusakan jika tidak segera ditangani dengan baik.
(5) Setelah mempertahankan kualitas, tentunya perlu adanya pengolahan susu agar susu lebih awet.
Urutan yang tepat kalimat-kalimat tersebut agar menjadi paragraf laporan yang padu adalah ....
A. (2), (1), (3), (5), dan (4)
B. (2), (1), (5), (4), dan (3)
C. (3), (4), (2), (1), dan (5)
D. (3), (2), (1), (5), dan (4)
E. (4), (3), (1), (2), dan (5)

Kunci Jawaban: E
Pembahasan:
Soal ini menguji kemampuan siswa dalam mengurutkan kalimat-kalimat menjadi teks laporan yang padu. Mengurutkan kalimat menjadi suatu paragraf yang padu merupakan materi yang familier dan sering diujikan dalam Ujian Nasional (UN). Soal ini dapat dijawab benar oleh 83% siswa.

Materi Menulis Terbatas Kompleks
3. Cermati kutipan cerpen berikut!
Ketika tubuhnya digerogoti penyakit, dengan enteng orang miskin itu melenggang ke rumah sakit. Ia menyerahkan Kartu Tanda Miskin pada suster jaga. Meskipun banyak bangsal kosong, suster itu menyuruhnya menunggu di lorong. “Beginilah enaknya jadi orang miskin,” batinnya, “dapat fasilitas gratis tidur di lantai.” Dan orang miskin itu dibiarkan menunggu berhari-hari. Setelah tanpa pernah diperiksa dokter, ia disuruh pulang. “Anda sudah sembuh,” kata perawat, lalu memberinya obat murahan. Orang miskin itu pulang dengan riang. Kini tak akan pernah lagi takut pada sakit. Saat anak-anaknya tak pernah sakit, ia jadi kecewa. “Apa gunanya kita punya Kartu Tanda Miskin kalau kamu tak pernah sakit? Tak baik orang miskin selalu sehat.” Mendengar itu, mata istrinya berkaca kaca. [....]
(Perihal Orang Miskin yang Bahagia, Agus Noor)

Prediksi akhir cerita berisi kesedihan yang sesuai isi cerpen adalah ...
A. Istrinya hanya bisa menatap wajah orang miskin di hadapannya tanpa berucap satu kata pun. Ia kagum kepada suaminya yang tak pernah putus asa dan sedih. Suaminya percaya bahwa Tuhan akan selalu menolong hamba-Nya yang lemah selama hamba-Nya tak pernah berhenti berusaha.
B. Istri orang miskin berusaha untuk tabah menanggung beban kehidupannya. Orang miskin pun menghibur istrinya dan mengatakan untuk selalu bersyukur kepada Tuhan atas segala nikmat yang Tuhan berikan kepada mereka.
C. Istrinya merasakan penderitaan yang terus dirasakan suaminya. Namun, suaminya tidak mau menunjukkan kesedihan itu kepada keluarganya. Istri orang miskin membuatkan teh hangat untuk orang miskin. Orang miskin terharu dan meminum teh hangat buatan istri tercinta.
D. Orang miskin kembali melanjutkan bercerita kepada istrinya. Orang miskin berkata bahwa ia banyak melihat orang-orang yang berpakaian bagus yang juga memiliki kartu yang seperti dia miliki. Orang miskin bingung mengapa orang-orang itu juga sama seperti dia?
E. Orang miskin tak berhenti berkata-kata. Tiba-tiba, nafasnya sesak. Wajahnya tampak pucat. Istri orang miskin bingung. Ia berusaha mengusap punggung orang miskin. Istri orang miskin pun merebahkan suaminya di bale tempat mereka duduk. Istri orang miskin kaget. Orang miskin telah mati.

Kunci Jawaban: E
Pembahasan:
Soal ini menguji kemampuan siswa dalam memprediksi suatu cerita. Soal ini merupakan soal penalaran yang menuntut siswa tidak hanya memahami isi teks, tetapi juga berpikir logis dan kritis untuk menentukan paragraf yang sesuai dengan kutipan cerita tersebut. Pada soal ini hanya 23% siswa yang dapat menjawab benar. Hal tersebut kemungkinan karena prediksi cerita merupakan materi baru dalam Ujian Nasional (UN).