Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Contoh Soal UN Bahasa Inggris dan Pembahasannya

Kumpulan Soal -  Contoh Soal UN Bahasa Inggris dan Pembahasannya dibawah ini adalah Contoh Soal Bahasa Inggris Untuk Menghadapi Ujian Nasional (UN) tahun 2020 dan Soal UN Bahasa Inggris Tahun ini.

Contoh Soal UN Bahasa Inggris dan Pembahasannya

Ujian Nasional (UN) mata pelajaran Bahasa Inggris pada tingkat SMA pada tahun 2018 dan Tahun 2019 mencakup fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks interaksi interpersonal/transaksional, teks fungsional pendek (antara lain announcement, letter dan invitation), dan teks descriptive, recount, narrative, procedure, report, exposition, biography, serta news item yang diujikan melalui keterampilan listening dan reading. Soal-soal ujian meliputi level kognitif pengetahuan dan pemahaman, aplikasi, dan penalaran.

Contoh Soal UN Bahasa Inggris dan Pembahasannya

Contoh Soal Mengidentifikasi Makna Kata Sesuai Konteks
3. A fever is also known as a high temperature. Actually fever is not by itself an illness. It’s
usually a symptom of an underlying condition, most often an infection.
“It’s usually a symptom of an underlying condition, ….”
The underlined word is closest in meaning to ….
A. sign
B. movement
C. remark
D. comment
E. benefit

Kunci Jawaban: A
Pembahasan:
Soal di atas menguji pengetahuan kosakata dan/atau kemampuan siswa dalam mengidentifikasi makna kata dalam konteks. Sebagian siswa (54%) tidak dapat menjawab benar soal ini. Pada kalimat di atas, kata symptom memiliki makna yang mirip dengan kata sign. Untuk dapat menjawab soal semacam ini dengan benar, siswa perlu memiliki pengetahuan kosakata yang memadai dan/atau terbiasa memanfaatkan konteks untuk menebak makna kata.
Agar dapat mengidentifikasi makna kata yang tepat sesuai dengan konteksnya, siswa perlu dilatih deducing meaning from context. Makna kata erat kaitannya dengan bentuk dan jenis katanya. Oleh karena itu, siswa dibiasakan menganalisis kata untuk menemukan awalan, akhiran, dan jenis katanya (apakah kata benda, kata kerja, kata sifat, dan sebagainya). Makna kata yang ditanyakan kadang kadang diberi ilustrasi dengan contoh atau definisi pada kalimat tersebut dan/atau kalimat-kalimat setelahnya. Terkait dengan hal ini, siswa perlu dibiasakan memanfaatkan contoh dan/atau definisi untuk menemukan makna kata sulit. Penguasaan kosakata dan tata bahasa Bahasa Inggris secara umum dapat ditingkatkan antara lain dengan memberikan penugasan membaca artikel, berita, atau buku-buku dan meminta siswa untuk membuat ringkasan dan atau mengkritisi bacaan. Hal ini tidak saja dapat meningkatkan perbendaharaan kata dan penguasaan tata bahasa, tetapi juga kemampuan menulis secara sistematis dan kemampuan berpikir kritis.

Contoh Soal Penggunaan Kata Hubung
4. Which of the followings completes the sentence best?
Indonesia sits along the pacific "Ring of Fire", a string of faults that lines the Pacific Ocean; …, it is prone to earthquakes and volcanoes.
A. nevertheless
B. in addition
C. as a matter of fact
D. moreover
E. as a result

Kunci Jawaban: E
Pembahasan:
Soal ini mengukur kemampuan siswa dalam menggunakan kata hubung untuk menggabungkan 2 (dua) klausa. Sebagian besar (72%) siswa tidak dapat menjawab dengan benar soal ini. Memperhatikan makna dari klausa pertama (depan) dan klausa ke dua (belakang), dapat diketahui bahwa hubungan antara klausa pertama dan kedua adalah sebab-akibat. Oleh karena itu kata hubung yang tepat adalah as a result.
Untuk dapat menggunakan kata hubung (dan tata bahasa pada umumnya), pertamatama siswa harus memiliki pengetahuan tentang kata hubung dengan baik (declarative knowledge). Pengetahuan tersebut dapat diperoleh melalui pembelajaran tata bahasa secara eksplisit dan/atau implisit. Agar siswa memiliki procedural knowledge (kompetensi menggunakan) kata hubung atau tata bahasa pada umumnya untuk mengomunikasikan gagasan, mereka harus diberi kesempatan menggunakan pengetahuan tentang tata bahasa tersebut mengungkapkan makna melalui sejumlah latihan. Latihan yang dimaksud mencakup latihan menulis dan berbicara secara terbimbing, semi terbimbing, dan tanpa bimbingan atau dengan sedikit bimbingan. Dalam hal ini prinsip scaffolding diterapkan. Pembelajaran tata bahasa tidak berhenti pada diperolehnya declarative knowledge tetapi harus sampai procedural knowledge.