Rangkuman Geografi Kelas 10 Semester 2 | Litosfer

Rangkuman - Rangkuman Geografi Kelas X Semester 2 Tentang Litosfer

Geografi Kelas 10 Semester 2

BAB 3 LITOSFER
Litosfer adalah lapisan kerak bumi yang paling luar yang terdiri dari batuan Kevariasian bentuk muka bumi disebabkan oleh proses endogen yang berasal dari dalam bumi dan bersifat membangun, serta proses eksogenik yang berasal dari luar dan memiliki sifat merombak Kandungan senyawa kimia yang paling banyak dalam litosfer yaitu oksida silikon (SiO2)

Lapisan Penapang bumi,sebagai berikut :
1. Lapisan atmosfer (lapisan udara) : Tebalnya 1000 km
2. Lapisan litosfer (kulit bumi) : Tebalnya 60 km yang terdiri dari :

  • Lapisan sial (silisium-alumunium)
  • Lapisan sima (silikon-magnesium)
  • Lapisan peridotit
  • Lapisan ferrosporadis
  • lapisan litosporadis
  • Lapisan nife

Lapisan litosfer terluar terdiri dari SiO2 dan Al2O3 atau sial
Lapisan litosfer terdalam terdiri dari senyawa kimia SiO2 dan MgO atau sima
Batas antara lapisan sial dan sima di dalam permukaan bumi tidak teratur
Di antara inti bumi dengan kulit bumi terdapat lapisan batuan

Inti bumi dinamakan barisfer/nife. Terdiri dari susunan logam nikel dan logam ferum Lapisan yang menyelubungi barisfer disebut mantel (bersifat padat). Batas antara mantel dengan kerak bumi dinamakan lapisan moho.

Proses terjadinya batuan dan klasifikasinya :
1. Batuan beku : Dari magma yang mengalami proses pendinginan, kemudian membeku. Berdasarkan tempat pembekuannya :

  • Batuan beku dalam : Pembekuan terjadi di dalam, jauh di bawah permukaan bumi. Proses pendinginanya sangat lambat, mengakibatkan terbentuknya hablur-hablur mineral besar-besar dan sempurna serta kompak (struktur plutonik). Batuan beku dalam disebut juga batuan abisis. Contohnya : Granit, diorit, sienit, dan gabro
  • Batuan beku korok/gang/hipabisis : Sisa magma yang masih cair meresap ke lapisan yang lebih atas dan menyusup ke sela-sela pipa-pipa gunung api, kemudian menjadi dingin dan membeku. Proses pembekuan relatif lebih cepat, sehingga hablur-hablur yang terjadi tidak sekompak batuan beku dalam (struktur porfiri). Contohnya : Granit, porfiri, porfiri sienit, dan porfiri diorit
  • Batuan beku luar/effusive : Magma yang mencapai permukaan bumi, kemudian membeku. Proses pembekuan cepat sekali. Sehingga dapat terbentuk hablur. Contohnya : Riolit, trahit, andesit. basalt


2. Batuan sedimen :
Batuan beku yang tersingkap di permukaan bumi akan mengalami penghancuran (pelapukan) oleh cuaca, kemudian diangkut oleh tenaga alam seperti air, angin, atau gletser dan diendapkan di tempat lain

Menurut proses terjadinya :
1. Batuan klastik/mekanik : Gumpalan batu besar yang diangkut dari lereng gunung, melalui air hujan lalu diangkut oleh arus sungai dan kemudian diendapkan di daerah hilir dalam bentuk pasir yang susunan kimiawinya masih sama dengan batuan asal. Hanya proses mekanik. Co : batu breksi, batu konglomerat, pasir, tanah liat
2. Batuan kimiawi : Terbentuk melalui proses kimiawi. Co : Batu kapur, stalaktit, dan stalakmit
3. Batuan organis : Penumpukan (akumulasi) sisa-sisa tumbuhan dan hewan. Co : Batu karang

Berdasarkan tenaga yang mengangkutnya (medianya) :
1. Sedimen akuatis : Diendapkan oleh air. Co : Batu pasir, tanah liat
2. Sedimen aeolis (aeris) : Diendapkan oleh angin (udara). Co : Tanah loss, tanah pasir
3. Sedimen glasial : Diendapkan oleh gletser. Co : Batu-batu morena

Berdasarkan tempat diendapkan :
1. Sedimen teritis : Darat. Co : Batu tuf, batu pasir, tanah loss
2. Sedimen marine : Laut. Co : Batu karang, batu garam
3. Sedimen fluvial : Sungai. Co : Pasir, tanah liat
4. Sedimen limnis : Danau/rawa. Co : Tanah rawa, tanag gambut
5. Sedimen glasial : Es. Co : Batu morena

3. Batuan metamorf
Batuan hasil ubahan dari batuan asal akibat proses metamorfosis, yaitu suatu proses yang dialami batuan asal akibat tekanan dan suhu yang sama-sama meningkat. Dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

  • Batuan metamorf termik (kontak) : Akibat kenaikan suhu. Co : Batu pualam (marmer)
  • Batuan metamorf dinamik (kinetis): Akibat adanya tekanan dari lapisan di atasnya dalam waktu yang lama. Co : Batu tulis (sabak)
  • Batuan metamorf kontak pneimotolotik : Akibat adanya penambahan suhu disertai menyusupnya unsur-unsur batuan lain (zat lain). Co : Turmalin, topas


Tenaga endogen bermacam-macam :
1. Tektonisme
2. Vulkanisme
3. Seisme (gempa bumi)

Tektonisme :
Perubahan letak lapisan kulit bumi yang disebabkan oleh tenaga endogen dengan arah horizontal dan vertikal

Menurut kecepatan geraknya :
1. Epirogenesa : Perubahan letak lapisan bumi yang gerakannya lambat pada wilayah yang luas
Positif : Gejala turunnya daratan sehingga seolah-olah air laut naik
Negatif : Gejala naiknya daratan sehingga seolah-olah air laut turun

2. Orogenesa : Gerakan tenaga endogen yang relatif cepat dan meliputi wilayah yang relatif sempit. Terjadinya pegunungan dan lipatan
Gerak horizontal : Bergerak 1 arah dan tertahan oleh lapisan lain akan membentuk lipatan di permukaan bumi. Puncak lipatan disebut antiklinal, sedangkan lembah dari lipatan disebut sinklinal

Gerak vertikal : Menghasilkan bentuk muka bumi yang berupa patahan

Vulkanisme :
Peristiwa yang berhubungan dengan pembentukan gunung berapi & pergerakan magma dari dalam perut bumi ke permukaan

Terdiri dari 2 macam :
Intrusi magma : Aktivitas magma yang tidak sampai ke permukaan bumi. Akibatnya :
1. Batolit, dapur magma yang luasnya lebih dari 100 km2
2. Lakolit, magma yang menyusup diantara 2 lapisan batuan yang menyebabkan lapisan batuan di atasnya terangkay sehingga cembung, sedangkan alasnya rata
3. Sill, lapisan magma tipis yang menyusup di antara batuan lapisan, bentuknya pipih
4. Intrusi korok (gang), magma yang menyusup menerobos lapisan batuan
5. Apofisis, semacam intrusi korok, namun lebih kecil, merupakan cabang dari gang
6. Diatrema, magma (batuan) yang mengisi pipa letusan (pipa kawah)

Ekstrusi magma :
1. Aktivitas magma yang sampai ke permukaan bumi, menghasilkan gunung api. Hasilnya yaitu erupsi
2. Dilihat dari bentuknya :

Erupsi sentral : Gerakan magma yang keluar dari sebuah saluran magma. Menghasilkan bermacam-macam bentuk gunung api yaitu :
1. Gunung api perisai : Erupsi bersifat efusif, bahan yang dikeluarkan hanya berwujud cair. Hanya cembung sedikit halnya perisai. Co : G. Kilauea, G. Maunaloa

2. Gunung api maar : Erupsinya bersifat eksplosif, bahan yang dikeluarkan relatif sedikit, karena sumber magma dangkal & sempit. Berbentuk seperti cekungan dengan tanggul di sekitarnya. Co : Danau kelakah di lereng gunung lamongan

3. Gunung api strato : Akibat erupsi yang bersifat campuran antara eksplosif dan efusif yang bergantian secara terus-menerus

Erupsi linier : Erupsi yang terjadi pada lubang yang berbentuk celah memanjang. Co : Erupsi gunung api laki di pulau Eslandia
Erupsi areal : Erupsi yang terjadi melalui lubang yang besar karena dapur magma letaknya dekat sekali ke permukaan bumi.

3. Berdasarkan kekuatannya :
1. Erupsi efusif : Proses erupsi gunung api yang berupa ledakan lemah
2. Erupsi eksplosif : Erupsi gunung api yang berupa ledakan kuat

Faktor yang dapat mempengaruhi tipe letusan gunung api :

  • Derajat kekentalan magma
  • Tekanan gas magnetik
  • Kedalaman dapur magma


Jenis tipe letusan gunung api :
Tipe hawaii : Lavanya cairan encer, tekanan gas dan dapur magmanya sangat dangkal. Berbentuk perisai
Tipe stromboli : Lavanya cairan encer, tekanan gasnya sedang. Letusan terjadi berupa semburan gas yang membawa magma dengan disertai bom dan lapili. Co : G. Stromboli
Tipe merapi : Lavanya kental, sumber magma sangat dangkal, tekanannya gasnya rendah

Penyebab gunung api meletus :
Tekanan di bawah tanah bertambah hingga memaksa magma naik dan keluar melalui retakan pada permukaan bumi. Magma yang memancar melalui permukaan bersama batu, debu, dan gas disebut lava

Tanda gunung api akan meletus :
Suhu sekitar kawah naik
Sumber air banyak yang mengering
Sering terjadi gempa vulkanik
Sering terdengar suara gemuruh dari dalam gunung

Menurut wujudnya, material yang dikeluarkan oleh letusan gunung api :
Padat (eflata) :
a. Bom : Eflata yang berukuran besar
b. Lapili : Eflata dengan ukuran kecil seperti kerikil
c. Pasir vulkanik : Eflata sebesar batuan pasir
d. Abu vulkanik : Eflata halus berupa debu yang dapat terbang sampai ratusan km
e. Batu apung : Batuan porous (berongga) berasal dari buih magma yang terlontar keluar dan cepat membeku

Cair :
a. Lava : Aliran magma yang sampai ke permukaan bumi dan suhunya sangat tinggi
b. Lahar : Lumpur panas yang merupakan campuran lava dnegan air dan bercampur dengan materi-materi dipermukaan bumi

Gas :
a. Gas nitrogen
b. Gas karbondioksida
c. Gas karbonmonoksida

Pengaruh menguntungkan dari erupsi gunung api :

  • Menyuburkan tanah
  • Daerah penangkapan hujan
  • Objek wisata
  • Bahan galian


Pengaruh merugikan dari erupsi gunung api :

  • Berbagai material, berbahaya dapat mengancam jiwa dan harta
  • Bom, lapili, dan pasir vulkanik, merusak bangunan rumah, jembatan, ladang
  • Abu vulkanik, mengganggu penerbangan, pemandangan menjadi gelap
  • Aliran lava dan lahar, merusak apa saja
  • Awan panas, membunuh penduduk, hewan, dan tumbuhan


Daerah gunung api :
Sirkum pasifik : Kep. Aleut - semenanjung kamsyatka - Kep. Jepang - Taiwan - Filipina - Sangir Talaud - Sulawesi Utara - Halmahera - Papua - Selandia baru - Peg. Andes
Sirkum mediterania : Laut mediterania - Peg. Atlas - Kaukasus - Himalaya - Arakan Yoma - Busur dalam dan busur luar di Indonesia

Gempa bumi :
1. Gerakan/getaran di permukaan bumi yang berasal dari lapisan-lapisan bumi
2. Berdasarkan peristiwa yang menyebabkan :

Gempa tektonik : Gempa yang disebabkan gerakan tektonik berupa retakan/patahan. Terkuat, areal luas
Gempa vulkanik : Gempa yang terjadi karena letusan gunung api. Kurang kuat, hanya terasa di daerah sekitar gunung tersebut
Gempa runtuhan (terban) : Runtuhnya atap gua yang terdapat dalam litosfer seperti gua kapur, dan terowongan tambang

3. Berdasarkan bentuk episentrumnya :
Gempa linier : Berbentuk garis (linier), gempa tektonik umumnya gempa linier. Sebab "patahan" sudah tentu merupakan suatu garis
Gempa sentral : Berbentuk titik. Gempa vulkanik dan gempa runtuhan

4. Berdasarkan letak/kedalaman hiposentrumnya :
Gempa dalam : 300-700 km
Gempa menengah : 100-300 km
Gempa dangkal : Kurang dari 100 km

5. Berdasarkan jarak episentrumnya :
Gempa dekat (lokal) : Kurang dari 10.000 km
Gempa jauh : Lebih dari 10.000 km

6. Istilah yang berkaitan dengan gempa :
Seismologi : Ilmu tentang gempa
Hiposentrum : Pusat gempa di dalam bumi
Episentrum : Tempat di permukaan bumi/permukaan laut tepat di atas hiposentrum. "Pusat gempa dipermukaan bumi"

Gelombang gempa :
1. Gelombang longitudinal/gelombang primer : Gelombang gempa yang dirambatkan dari hiposentrum melalui lipatan litosfer secara menyebar dengan kecepatan antara 7-14 km per detik. Gelombang yang pertama kali tercatat pada seismograf
2. Gelombang transversal/gelombang sekunder : Gelombang gempa yang dirambatkan dari hiposentrum ke segala arah dengan kecepatan 4-7 km per detik
3. Gelombang panjang : Gelombang gempa yang dirambatkan dengan kecepatan kurang dari 3.5 km/detik dan merupakan gelombang perusak
Seismograf : Alat pencatat gempa
Seismogram : Hasil pencatatan gempa oleh seismograf
Pleistoseista : Garis pada peta yang membatasi daerah yang mengalami kerusakan terhebat di sekitar episentrum
Isoseista : garis yang menghubungkan titik-titik pada permukaan bumi dimana intensitas gempanya sama
Homoseista : Garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang mengalami/mencatat gelombang primer pada waktu yang sama
Makroseista : daerah di permukaan bumi yang mengalami kerusakan terberat akibat gempa, dibatasi oleh pleistoseista

7. Alat pencatat gempa (seismograf) :
Seismograf horizontal
Seismograf vertikal

8. Menentukan skala gempa :
Skala Omori : Dengan 7 tingkatan kekuatan
Skala Richter : Charles Francis Richter

9. Pengaruh positif gempa bagi kehidupan :
Mengetahui jenis mineral yang ada di dalam bumi
Mengetahui struktur lapisan kulit bumi
Menentukan jenis konstruksi bangunan

10. Pengaruh negatif gempa bagi kehidupan :

  • Bangunan roboh/ambruk
  • Terjadinya kebakaran, karena terjadi sambungan pendek aliran listrik
  • Terjadi banjir, karena bendungan/tanggul yang bobol
  • Saluran pipa air dan gas putus
  • Terjadinya tsunami (gempa di dasar laut)
  • Sarana & prasarana transportasi rusak
  • Distribusi barang & jasa terhambat


Tenaga eksogen bermacam-macam :
1. Erosi
2. Sedimentasi

Erosi :
1. Proses pelepasan dan pemindahan massa batuan secara alamiah dari suatu tempat ke tempat lain oleh suatu zat pengangkut yang bergerak di permukaan bumi
2. Menurut kecepatannya :
Erosi geologi : Suatu bentuk erosi dimana proses pengahancuran tanah relatif seimbang dengan proses pembentukannya. Tidak menimbulkan kerusakan alam
Erosi yang dipercepat : Erosi dimana proses penghancuran tanah lebih cepat dibandingkan proses pembentukannya. Mengakibatkan tanah menjadi tidak subur, sehingga lahan kritis makin meluas
3. Menurut zat pelarutnya :
Erosi air : Disebabkan oleh air, baik di dalam tanah, permukaan maupun sungai. Dibedakan menjadi :
1. Erosi percikan : Disebabkan percikan air hujan
2. Erosi lembar : Terjadi pada lapisan tanah bagian atas, menyebabkan tanah menjadi tidak subur
3. Erosi alur : Terjadi pada saat air mengalir
4. Erosi parit : Lereng yang terkena erosi membentuk parit yang cukup dalam
Erosi angin (deflasi) : Disebabkan tenaga angin, biasa terjadi di gurun
Erosi es/glasial : Disebabkan oleh massa es yang bergerak
Erosi air laur (abrasi) : Disebabkan oleh gelombang laut (erosi morena)

4. Bentuk tanah sebagai akibat erosi :
Cliff : Pantai terjal & berdinding curam sebagai akibat abrasi
Relung : Cekung yang memiliki dinding cliff
Dataran abrasi : Hamparan wilayah daratan akibat abrasi
Ngarai : Lembah yang dalam
Batu jamur : Batu yang disebabkan erosi angin

Sedimentasi :
1. Proses pengendapan batuan/tanah yang dilakukan oleh air, angin, dan es
2. Digolongkan menjadi 3 jenis :
Sedimentasi fluvial :
Proses pengendapan materi yang diangkut oleh air sepanjang aliran sungai. Bentuk lahan hasil sedimentasi fluvial :
1. Delta : Endapan pasir, lumpur, & kerikil yang terdapat di muara sungai
2. Bantaran sungai : Daratan yang terdapat di tengah-tengah badan sungai/pada kelokan dalam sungai sebagai hasil endapan

Sedimen eolis (terrestrial) : Di daerah gurun/pantai

Sedimen marin : Proses pengendapan yang dilakukan oleh gelombang laut yang terdapat di sepanjang pantai. Bentukan alam dari sedimen marin :
1. Beach/bisik : Bentukan deposisional umumnya pada pantai yang landai, terjadi jika swash membawa muatan sedimen
2. Bar : Gosong pasir di pantai yang arahnya memanjang sebagai hasil pengerjaan arus laut
3. Tombolo : Gosong pasor yang menghubungkan suatu pulau karang dengan pulau utama