Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Otot Jantung dan Gambaranya

Otot jantung adalah otot penyusun dinding jantung yang meliputi sel-sel cardiomycocyte atau sel otot myocardiocyteal yang berjumlah satu atau dua, tetapi adapun berjumlah tiga atau empat inti sel yang sangat jarang terjadi. Otot jantung disebut juga myocardium. Myo artinya otot dan cardium artinya jantung. Otot jantung bergerak di bawah kesadaran yang tak dipengaruhi oleh perintah otak atau saraf pusat. Otot jantung merupakan gabungan otot polos dan otot lurik karena memiliki kesamaan, sebagaimana otot jantung memiliki daerah gelap dan terang, memiliki banyak inti sel yang terletak di tengah seperti otot lurik sedangkan otot polos memiliki kesamaan sifat seperti bergerak secara tak sadar (involunter). Otot ini bekerja tanpa lelah, tanpa beristirahat yang membuat darah terus mengalir artinya manusia tetap hidup jika berhenti maka akan membuat kematian bagi manusia.

Adapun fungsi otot jantung yaitu:
1. Membantu memompa darah ke seluruh tubuh
2. Membersihkan tubuh dari hasil metabolisme (karbondioksida)
3. Sel-sel pada otot jantung membantu dalam kontraksi sel lainnya
4. Otot jantung menyediakan cara pemompaan ventrikel pada jantung
5. Otot jantung berfungsi meremas darah sehingga darah dapat keluar dari jantung saat berkontraksi dan mengambil darah pada relaksasi
6. Menunjang kerja dari organ jantung

Adapun ciri-ciri dari otot jatung yaitu:
1. Bentuk yang memanjang
2. Mempunyai inti sel yang berada di tengah
3. Cara kerja otot jantung ini berada di luar kesadaran atau tidak dipengaruhi oleh otak atau saraf pusat.
4. Serat jantung memiliki panjang 50 sampai 100 um, diameter berkisar diantara 14 um
5. Serat pada otot jantung berupa sarkolema dan terdiri atas myofibril yang terlihat berdampingan
6. Otot jantung terdiri atas 1 dan 2 inti sel atau bahkan dapat berjumlah 3 dan 4 tetapi itu sangat jarang bekerja terus menerus tanpa istirahat
7. Otot jantung dipengaruhi oleh saraf otonom yakni saraf simpatis dan saraf parasimpatis
8. Bentuk silindris bercabang dan menyatu
9. Memiliki serat yang bercabang-cabang
10. Mempunyai diskus interkalaris, interkalaris adalah pembatas antara sarkomer

Dalam beberapa hal otot jantung sama dengan otot rangka. Otot tersebut berserat lintang, mempunyai garis-garis hitam dan mempunyai myofibril yang terdiri dari filamen aktin dan miosin. Selama kontraksi kedua filamen ini saling tumpang tindih seperti pada otot rangka. (lihat gambar).
Otot Jantung

Otot jantung mempunyai karakteristik kontraksi. Bila nodus SA rusak otot jantung dapat terus berkontraksi walaupun pada kecepatan yang rendah, sedangkan otot rangka hanya berkontraksi bila ada rangsangan. Bila dilihat dengan mikroskop elektron serat-serat paralel tampak saling berhubungan. Kadang-kadang ditemukan 2 nukleus dalam satu sel. Selsel otot jantung dipisahkan pada ujung-ujungnya oleh yang disebut “intercalated discs” Diantara setiap “intercalated discs” terdapat percabangan yang khusus dari sel otot jantung. Secara fisiologi percabangan ini sangat berguna karena di tempat sangat rendah tersebut tahanan terhadap perjalanan aksi potensial. 

Ion-ion bergerak dengan mudah ke percabangan yang kecil dari sitoplasma ke sel yang lain dengan demikian seluruh atrium atau ventrikel berperan sebagai satu sel yang besar. Oleh karena itu, otot jantung sering dipandang sebagai “functional syncytium” (satu unit) “syncytium” atrial dipisahkan dari “syncytium” ventrikel oleh jaringan ikat. Jadi impuls dari atrium harus melalui nodus AV sebelum merangsang ventrikel untuk berkontraksi.

Karena otot jantung bersifat sebagai “syncytium”, rangsangan dari satu serat otot akan menyebabkan kontraksi dari seluruh serat otot. Dalam hal ini berlaku prinsip “all or none”. Pada otot rangka prinsip ini hanya berlaku pada setiap serat otot secara individu, sedangkan otot jantung jika rangsangan cukup kuat untuk merangsang kontraksi maka rangsangan pada satu serat menyebabkan kontraksi seluruh masa otot.

Pada saat potensial aksi menjalar ke seluruh otot jantung (melewati tubulus T diantara sel), terjadi pelepasan ion kalisum dari retikulum. Ion kalsium akan berdifusi ke dalam myofibril (aktin dan miosin) dan menyebabkan filamen-filamen tersebut bergeser saling bertumpang tindih dan terjadilah kontraksi. Kira-kira dalam 500 “millisecond” (ms) potensial aksi selesai, ion kalsium kembali lagi ke retikulum dan terjadi relaksasi otot.