Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Cara Mengukur Curah Jantung

Bagaimana kita bisa menilai efektivitas jantung sebagai pompa? Salah satunya adalah dengan mengukur curah jantung cardiac output (CO), volume darah yang dipompa oleh satu ventrikel dalam periode waktu tertentu (satu menit) satu menit. Karena semua darah yang meninggalkan jantung mengalir melalui jaringan, curah jantung merupakan indikator aliran darah total melalui tubuh, sehingga curah jantung merupakan ukuran penting dari fungsi jantung. Namun, curah jantung tidak memberitahu kita bagaimana darah didistribusikan ke berbagai jaringan. Aspek aliran darah diatur pada tingkat jaringan.


Cara Mengukur Curah Jantung

Curah jantung [cardiac output (CO)] dapat dihitung dengan mengalikan denyut jantung (denyut per menit) dengan isi sekuncup (mL per beat, atau per kontraksi):

Curah jantung=denyut jantung x isi sekuncup

Untuk rata-rata denyut jantung istirahat 72 detak per menit dan isi sekuncup 70 mL per detak, maka rata-rata curah jantung orang dewasa dapat dihitung:

Curah jantung = denyut jantung x isi sekuncup 
= 72 detak / menit x 70 mL / detak
= 5040 mL / menit (atau sekitar 5 L / menit)

Rata-rata volume darah total sekitar 5 liter. Ini berarti bahwa, saat istirahat, satu sisi jantung memompa semua darah dalam tubuh melewatinya hanya dalam satu menit! Normalnya, curah jantung adalah sama untuk kedua ventrikel. Namun, jika salah satu sisi jantung mulai gagal untuk beberapa alasan dan tidak dapat memompa secara efisien, curah jantung menjadi tidak sama.

Curah jantung meningkat dengan latihan karena keduanya isi sekuncup dan denyut jantung meningkat. Selama latihan, curah jantung dapat meningkat menjadi 30-35 L / menit. Perubahan homeostasis dalam curah jantung dicapai dengan menvariasikan denyut jantung, isi sekuncup, atau keduanya.

Perbedaan antara curah jantung ketika seseorang sedang beristirahat dan curah jantung maksimum disebut cadangan jantung. Semakin besar cadangan jantung seseorang, semakin besar kapasitasnya untuk melakukan latihan. Penyakit jantung dan kurang olahraga bisa mengurangi cadangan jantung dan mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Latihan dapat meningkatkan cadangan jantung dengan meningkatkan curah jantung. Pada atlet terlatih, isi sekuncup selama latihan dapat meningkat menjadi lebih dari 200 mL / detk, menghasilkan curah jantung 40 L / menit atau lebih.