Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kebijakan Baru Tentang Ujian Nasional (UN)

Kebijakan Baru tentang Ujian Nasional, Ujian Nasional tahun 2020 merupakan pelaksanaan UN untuk terakhir kalinya. “Penyelenggaraan UN tahun 2021, akan diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter, yang terdiri dari
1. Kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), 
2. Kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan 
3. Penguatan pendidikan karakter


Pelaksanaan ujian tersebut akan dilakukan oleh siswa yang berada di tengah jenjang sekolah (misalnya kelas 4, 8, 11), sehingga dapat mendorong guru dan sekolah untuk memperbaiki mutu pembelajaran. Hasil ujian ini tidak digunakan untuk basis seleksi siswa ke jenjang selanjutnya. “Arah kebijakan ini juga mengacu pada praktik baik pada level internasional seperti PISA dan TIMSS,” tutur Mendikbud.

Kebijakan Baru Tentang Ujian Nasional (UN)

Kebijakan Baru Tentang Ujian Nasional (UN)

Kebijakan Baru tentang Ujian Nasional

Situasi saat ini Ujian nasional
  • Materi UN terlalu padat sehingga siswa dan guru cenderung menguji penguasaan konten, bukan kompetensi penalaran
  • UN menjadi beban bagi siswa, guru, dan orangtua karena menjadi indikator keberhasilan siswa sebagai individu
  • UN seharusnya berfungsi untuk pemetaan mutu sistem pendidikan nasional, bukan penilaian siswa UN hanya menilai aspek kognitif dari hasil belajar, belum menyentuh karakter siswa secara menyeluruh


Arah Kebijakan Baru Ujian Nasional
  • Tahun 2020, UN akan dilaksanakan untuk terakhir kalinya
  • Tahun 2021, UN akan diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter


Literasi
Kemampuan bernalar tentang dan menggunakan bahasa

Numerasi
Kemampuan bernalar menggunakan matematika

Karakter
Misalnya pembelajar, gotong royong, kebhinnekaan, dan perundungan
  • Dilakukan pada siswa yang berada di tengah jenjang sekolah (misalnya kelas 4, 8, 11) sehingga mendorong guru dan sekolah untuk memperbaiki mutu pembelajaran dan tidak bisa digunakan untuk basis seleksi siswa ke jenjang selanjutnya
  • Mengacu pada praktik baik pada level internasional seperti PISA dan TIMSS