Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Eksositosis, Transitosis dan Transpor Melintasi Epitel

Eksositosis adalah kebalikan dari endositosis, yaitu proses transpor vesikel yang mengeluarkan zat-zat dari bagian dalam sel keluar sel. Zat-zat ini dikemas dalam vesikel oleh aparatus Golgi. Selama eksositosis vesikel bergerak ke membran sel, melebur dengannya dan megosongkan isinya dimana sekresi terjadi. Sekresi enzim pencernaan dari pankreas, sekresi susu dari kelenjar mamma, hormon, neurotransmiter, mukus dalam tubuh kita terjadi dengan eksositosis. Eksositosis adalah mekanisme dimana neuron berkomunikasi dengan yang lainnya melalui pelepasan neurotransmiter yang disimpan dalam vesikel sekretori. Proses eksositosis memerlukan ion kalsium. Peningkatan konsentrasi kalsium sitosol akan mengaktifkan protein yang diperlukanoleh membran vesikel untuk melebur dengan membran sel dan melepaskan isinya. Eksositosis dan endositosis keduanya adalah proses aktit yang memerlukan energi daam bentuk ATP.

Transitosis
Transitosis terjadi dalam sel kapiler endotel dan sel epitel intestinal untuk menggerakkan zat-zat melintasi sel melaui endositosis dan eksositosis.

Transpor vesikel. (a) Endositosis, (b) Eksositosis
Transpor vesikel. (a) Endositosis, (b) Eksositosis
Transitosis
Transitosis


Proses transpor lainnya
Sejauh ini kita telah mempelajari transpor melintasi membran sel, yaitu pergerakan zat-zat antara cairan dalam sel dan cairan luar sel melalui membran sel. Selain ini ada banyak kondisi dalam tubuh kita dimana transpor zat-zat terjadi melalui epitel dan membran sel kapiler endotel. Beerapa dari proses ini akan dibahas secara singkat, yaitu: transpor melintasi epitel dan ultrfiltrasi.

Transpor melintasi epitel
Transpor melintasi epitel melibatkan pergerakan zat-zat dari satu sisi epitel ke sisi lainnya. Transpor transepitelial terjadi pada rongga tubuh yang dilapisi oleh lapisan sel kontinyu, seperti di saluran pencernaan, tubuli ginjal, saluran udara paru dan struktur lainnya.

Sel epitel organ berongga berfungsi mengatur absorpsi dan sekresi zat-zat melintasi permukaan ini. Satu permukaan sel epitel umumnya berhadapan dengan rongga atau chamber yang berisi cairan dan membran plasma pada sisi ini disebut sebagai membran apikal (juga dikenal sebagi membran mukosa atau lumen) epitel. Membran plasma pada permukaan lainnya (permukaan yang berlawanan) yang mana berdekatan dengan sistem pembuluh darah disebut sebagai membran basolateral (juga dikeanal sebagai membarn serosa). Pada sel epitel permeabilitas dan sifat transpor membran plasma apikal dan basolateral adalah berbeda, sehingga memberikan kemampuan sel untuk mentranspor secara aktif zat-zat antara cairan pada satu sisi sel dan cairan pada sisi lainnya.

Terdapat dua jalur dimana zat-zat dapat melintasi lapisan sel epitel, yaitu: (1) jalur paraseluler, dimana difusi terjadi antara sel epitel yang berdekatan, dan (2) jalur transeluler (gambar 12), dimana senyawa bergerak ke dalam sel epitel melintasi membran apikal atau basolateral, difusi melalui sitosol dan keluar melintasi arah yang berlawanan. Difusi melalui jalur paraseluler dibatasi oleh adanya tight junction antar sel yang berdekatan, karena bentuk junction ini menutup ujung apikal sel epitel, sehingga pergerakan melalui jalur paraseluler ditentukan oleh permeabilitas dari tight junction.
Tight junction memisahkan membran apikal dari membran basolateral sel epitel
Tight junction memisahkan membran apikal dari membran basolateral sel epitel
Selama transpor transeluler, pergerakan molekul melalui membran plasma sel epitel terjadi melalui difusi dan transfor yang dimediasi. Pada sel epitel permeabilitas dan sifat transpor membran plasma apikal dan basolateral adalah berbeda, mengakibatkan kemampuan sel untuk mentranspor secara aktif zat-zat antara cairan pada satu sisi sel dan cairan pada sisi lainnya.