Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Soal Pedagogik dan Profesional Matematika PGSD PPG

Soal Pedagogik dan Profesional Matematika PGSD PPG. Soal Kompetensi Pedagogik dan Kompetensi Profesional PPG. Berikut ini adalah beragam soal dan pembahasannya. Soal yang disusun mengacu pada kisi-kisi Uji Pengetahuan (UP) Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (UKMPPG) yang digunakan untuk mengukur hasil evaluasi akhir para peserta PPG, baik untuk kompetensi pedagogik maupun profesional.

Soal Pedagogik dan Profesional Matematika PGSD PPG

Soal Dibawah ini merupakan alat pembantu belajar bagi peserta PPG atau PGDK untuk mempersiapkan diri menghadapi UP (Ujian Pengetahuan), Pretest PPG, Ujian Kompetensi Pedagogik dan Ujian-ujian lain yang berkaitan dengan Soal Kompetensi Pedagogik atau Soal Kompetensi Profesional. Soal-soal yang termuat dibawah ini dikembangkan sesuai dengan kisi-kisi ujian pengetahuan (UP) dan sebagian besar diambil dari soal-soal UP yang tahun- tahun sebelumnya. Sehingga, soal-soal di bawah ini memiliki kualitas yang setara dengan soal UP (ujian Pengetahuan). Untuk selanjutnya, selain tujuan jangka pendek bagi peserta PPG-PGDK untuk dapat lolos UP, diharapkan melalui Soal dan Pembahasan ini dapat menjadi pemicu bagi peserta dan guru lain untuk senantiasa mengembangkan profesionalitasnya.

Berikut Soal Pedagogik dan Profesional Matematika PGSD PPG

Soal No 1
Ibu Putu merancang pembelajaran matematika SD tentang nilai tempat dengan langkah langkah sebagai berikut ini.

  1. Menyiapkan berbagai benda yang dapat diikat, misal: kacang panjang, lidi, karet, sedotan.
  2. Menulis suatu bilangan “belasan”, misal: 13, di papan tulis;
  3. Meminta siswa untuk mengambil suatu benda yang disediakan sebanyak 13;
  4. Meminta siswa membilang banyak benda yang telah diambilnya, untuk mengetahui apakah sudah benar benda tersebut sebanyak 13;
  5. Meminta siswa mengambil benda sebanyak 13, tetapi secara bertahap sesuai dengan angka yang dilingkari guru (guru melingkari satuan atau puluhan dulu kemudian melingkari puluhan atau satuan);
  6. Meminta siswa untuk membilang banyak benda yang diambilnya, untuk mengetahui apakah benar benda tersebut sebanyak 13;
  7. Jika banyak benda yang diambil tidak sama dengan 13, maka guru mengulang langkah (5) dan (6).
  8. Jika banyak benda yang diambil sama dengan 13, maka guru menanyakan ketika guru melingkari angka 1 berapa banyak benda yang diambil (jawaban yang diharapkan dari siswa adalah 10);
  9. Menyimpulkan bahwa 1 pada 13 bernilai 10 dan dia menempati tempat puluhan. 

Pembelajaran yang dilakukan Ibu Putu di atas adalah pembelajaran dengan pendekatan ….
A. rasionalisme
B. behavioristik
C. konstruktivisme
D. naturalistik
E. dualisme

Jawaban C
Pembahasan
Dari langkah pembelajaran pada stem soal terbaca bahwa siswa harus membangun sendiri pengetahuannya. Guru memfasilitasi alat bantu pembelajaran, membimbing siswa membangun pengetahuannya, dan membimbing siswa untuk membuat simpulan. Karena itu pendekatan yang digunakan oleh guru adalah pendekatan konstruktivisme.

Soal No 2
Seorang guru SD ingin menerapkan pembelajaran matematika di kelas 1 berdasar pada teori Bruner yaitu langkah pembelajaran matematika enactive, iconic, dan symbolic. Jika kompetensi yang diharapkan adalah siswa mampu menjumlahkan dua bilangan dengan hasil maksimal adalah 20, maka langkah yang tepat adalah...
A. Siswa menuliskan soal penjumlahan misal 2+3, kemudian dengan bantuan guru menggambarkan peristiwa dari soal tersebut, lalu memperagakan dengan benda konkret.
B. Siswa dikenalkan simbol angka yang akan dijumlahkan dengan menuliskan simbolnya pada papan tulis lalu memperagakan penjumlahan tersebut dengan benda konkret.
C. Siswa diberi benda konkret untuk memperagakan penjumlahan, siswa mengerjakan penjumlahan melalui gambar, dan siswa menuliskan simbol penjumlahan bilangan tersebut.
D. Siswa mengerjakan soal penjumlahan melalui gambar, siswa memperagakan dengan benda konkret, dan siswa menuliskan simbol penjumlahan bilangan tersebut.
E. Siswa menuliskan soal penjumlahan misal 2+3, siswa memperagakan dengan benda konkret, dan menggambarkan hasil peragaan penjumlahan.

Jawaban C
Pembahasan
Pembelajaran matematika di SD berdasar pada teori Bruner dikenal dengan 3 langkah pembelajaran enactive, iconic, dan symbolic. Ketiga tahap ini merupakan tahapan yang berurutan. Jadi dalam pembelajaran penjumlahan bilangan, urutan pembelajarannya adalah:
1. Enactive, siswa memperagakan penjumlahan dengan benda konkret
2. Iconic, siswa menggunakan gambar-gambar benda konkret dalam penjumlahan bilangan
3. Symbolic, siswa menuliskan simbol/lambang penjumlahan bilangan, misal 2+3
Dari kelima pilihan jawaban yang ditawarkan, urutan yang sesuai dengan tahapan di atas adalah “Siswa diberi benda konkret untuk memperagakan penjumlahan, siswa mengerjakan penjumlahan melalui gambar, dan siswa menuliskan simbol penjumlahan bilangan tersebut.

Untuk Selengkapnya dibawah ini adalah Soal Pedagogik dan Profesional Matematika PGSD PPG atau Soal PGSD Matematika PPG




Demikian 10 Soal dan Pembahasan Contoh Tes Soal Pedagogik dan Profesional Matematika PGSD PPG yaitu mengenai Soal Tes Pedagogik PPG 2019 Untuk Calon Peserta PPG dalam Jabatan Tahun 2018-2022 yang bisa kami sampaikan, semoga bermanfaat dan membantu Bapak dan Ibu guru. IKUTI BLOG Kami Supaya Tidak Ketinggalan Artikel-artikel menarik Lainnya, Khususnya tentang SOAL PRETEST DAN SOAL UP PPGTerima Kasih Telah Berkunjung di Blog Kami. Salam Sukses Untuk Guru Indonesia.
Jangan Lupa Berdoa. Semoga Bermanfaat