Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Karakteristik IPS


Karakteristik IPS
Karakteristik artinya mempunyai sifat khas sesuai dengan perwatakan tertentu. Bila kita merujuk dengan arti diatas, maka karakterisik dari mata pelajaran IPS sekolah dasar diantaranya adalah:
  • IPS merupakan gabungan dari unsur-unsur geografi, sejarah, ekonomi, hokum dan politik, kewarganegaraan, sosiologi, bahkan juga bidang humaniora, pendidikan dan agama (Numan Soemantri, 2001)
  • IPS dirancang untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan analisis terhadap kondisi sosial masyarakat dalam memasuki kehidupan bermasyarakat yang dinamis (Permendinas No. 22 tahun 2006)
  • IPS di kelas I sampai kelas II ditiadakan, tetapi muatan IPS tetap ada dan diintegrasikan ke dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, PPKN dan Matematika. Sementara kelas IV sampai dengan kelas VI mata pelajaran IPS berdiri sendiri tetai pembelajarannya diberikan secara tematik terpadu dengan mata pelajaran lain. (Kemendikbud, 2016)
  • IPS sangat menekankan pengenalan peserta didik terhadap lingkungannya agar peserta didik tidak terserabut dari budaya lokal (Kemendikbud, 2016).
  • Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar IPS menggunakan tiga dimensi dalam mengkaji dan memahami fenomena sosial serta kehidupan manusia secara keseluruhan.


Karakteristik IPS

Selain itu, karakteristik IPS juga bisa terletak pada pengembangan materinya yang menggunakan pendekatan Expanding Community Approach yakni mulai dari lingkungan masyarakat yang sangat sempit/terdekat (kontekstual) menuju pada lingkungan masyarakat yang lebih luas.
Bentuk yang bersifat expanding meliputi beberapa jenis, yaitu:
  • Expanding Community Approach (pendekatan kemasyarakatan yang melebar dan meluas). Dalam pendekatan ini misalnya, keluarga, masyarakat petani, masyarakat desa, masyarakat perkotaan, dan masyarakat lainnya yang lebih luas dan jauh.
  • Expanding Environmental Approach (pendekatan lingkungan yang meluas). Misalnya diawali dengan lingkungan keluarga-kampung, selanjutnya melebar dan meluas yaitu sekolah, desa, kecamatan, kabupaten, propinsi, negara dan seterusnya, dan
  • Expanding Thematical Approach (pendekatan tema yang meluas dan mendalam). Tema dimulai dari yang terdekat hingga ke tema yang lebih luas (Darsono dkk, 2017).


Demikianlah bahasan kita mengenai ruang lingkup dan karakterisistik IPS, mudah-mudahan saja Anda bisa lebih memahami dan menguasainya untuk selanjutnya nanti dapat diaplikasikan dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar yang merupakan tanggung jawab Anda. Nah, selanjutnya kita akan membahas penanaman nilai dalam IPS.